Tuesday, January 25, 2011

OBESITAS

OBESITAS

Aduh lucunya anak itu ... komentar seorang ibu melihat seorang anak laki-laki gemuk yang sedang bermain-main di taman. Adalah hal yang sangat menggemaskan melihat anak-anak gemuk beraktivitas. Mainset tersebut masih melekat di benak kebanyakan orang dewasa ini. Padahal tidak hanya pada orang dewasa saja, pada anak-anak pun kegemukan merupakan awal dari munculnya berbagai masalah kesehatan.

Menurut WHO, salah satu masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat abad 21 adalah kegemukan pada anak. Mereka telah memperkirakan bahwa jumlah anak yang mengalami kelebihan berat badan akan menjadi lebih dari 42 juta pada akhir tahun 2010, di mana sekitar 35 juta hidup di negara-negara berkembang.

Obesitas bisa meningkatkan risiko diabetes, penyakit jantung, hipertensi, kolesterol, asma, baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. Obesitas pada anak paling sering dimulai pada saat anak berumur antara 5 sampai 6 tahun dan meningkat pada saat beranjak dewasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengalami kegemukan dan berusia antara 10 sampai 13 tahun, akan memiliki peluang 80% menjadi orang dewasa gemuk. Hasil penelitian juga menunjukkan terjadinya kegemukan pada anak disebabkan oleh asupan makanan yang berlebih (junk food), gaya hidup yang tidak sehat dan berkurangnya aktivitas fisik pada anak.

Sebagai orang tua tentunya tidak ingin si buah hati mengalami masalah terutama dengan kesehatannya akibat kegemukan. Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengatasi kegemukan pada anak. Karenanya, jangan biasakan anak-anak makan makanan cepat saji. Orangtua juga harus menjadikan air putih sebagai minuman favorit anak-anak, jangan minuman yang manis-manis atau bersoda. Berikan sayur-sayuran dan buah-buahan pada buah hati Anda, serta batasi aktivitas anak di depan televisi atau komputer maksimal 1 jam per hari. Anda juga harus menyediakan waktu untuk aktivitas fisik bersama anak (berjalan-jalan atau bermain bola) minimal 3 kali seminggu.

Apa Itu Obesitas?

Kegemukan atau obesitas bisa didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana seseorang memiliki kelebihan lemak tubuh. Seseorang dikatakan kelebihan berat badan atau kegemukan ketika Indeks Massa Tubuhnya lebih besar dari angka 25. Cara paling mudah untuk mengukur Indeks Massa Tubuh Anda bisa dilihat pada Kalkulator Indeks Massa Tubuh.

Kegemukan bisa meningkatkan risiko seseorang untuk berbagai macam penyakit, cacat, bahkan sampai pada kematian. Kegemukan di era sekarang ini sudah menjadi masalah dunia. Beberapa fakta yang mengejutkan, saat ini ada sekitar 1,6 miliar orang di dunia yang kelebihan berat badan dan ada lagi 400 juta yang menderita obesitas. Juga 155 juta anak-anak kelebihan berat badan dan 30-45.000.000 mengalami obesitas. Dan di negara-negara berkembang seperti di India masalah gizi buruk dan obesitas menjadi masalah besar di negara tersebut.

Sebagian besar populasi dunia mengalami kelebihan berat badan. Telah banyak diskusi yang membahas definisi dari kelebihan berat badan dan obesitas yang bisa digunakan secara universal. Institut Kesehatan Nasional di Amerika memberikan definisi bahwa seseorang dikatakan kegemukan apabila Indeks Massa Tubuhnya lebih dari 27,3% atau lebih untuk perempuan dan 27,8% atau lebih untuk laki-laki. Apabila nilainya melebihi angka 30% bisa dikategorikan sebagai obesitas.

Lemak merupakan sumber energi cadangan bagi tubuh kita. Lemak juga bertindak sebagai isolator dalam tubuh kita, dan juga berguna untuk membentuk kontur tubuh kita supaya terlihat mulus dan indah. Orang normal memiliki sekitar 30 sampai 35 miliar sel lemak, dengan ukuran normal beratnya adalah 0,4 – 0,6 mikrogram per sel. Sedangkan pada orang yang obesitas sel-sel lemaknya mempunyai berat 1,2 mikrogram.

Kegemukan atau obesitas akan menimbulkan kondisi ketidaknyamanan fisik. Kegemukan juga merupakan gudangnya penyakit. Semakin gemuk seseorang maka semakin besar pula risiko untuk mengidap penyakit seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, depresi, insomnia dan masih banyak lagi penyakit yang disebabkan oleh kelebihan berat badan.

Wanita lebih cenderung untuk kegemukan dibandingkan dengan laki-laki. Orang tua memiliki kecenderungan menderita kegemukan dibandingkan orang yang masih muda. Kurangnya aktivitas fisik, perubahan pola makan dan gaya hidup menjadi alasan utama penyebab kegemukan.

Sebuah usaha sadar untuk mengubah kebiasaan makan menjadi pola makan sehat dan mempunyai gaya hidup sehat adalah metode terbaik untuk mengelola obesitas.

Chitika